Categories: Articles

by Bhakti Unggul Teknovasi

Share

Categories: Articles

by Bhakti Unggul Teknovasi

Share

Manajemen Aset Perusahaan

Manajemen aset perusahaan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian aset perusahaan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. Aset perusahaan dapat berupa aset berwujud, seperti tanah, bangunan, peralatan, dan kendaraan, maupun aset tidak berwujud, seperti merek, hak paten, dan goodwill.

Beberapa perusahaan melihat aset perusahaan ini sebagai sesuatu yang biasa, tetapi juga ada yang melihatnya sebagai modal besar yang harus dijaga dan dikelola. Ya namanya saja aset, tentu keberadaannya sangat berpengaruh bagi perusahaan.

Tetapi yang jadi fokus di sini adalah tentang bagaimana perusahaan mengelola aset tersebut. Ada yang mengelola asetnya sekadarnya mencatatnya saja, tetapi ada juga yang membuat perencanaan hingga bagaimana mengendalikannya ketika sudah dimiliki.

Karena aset perusahaan itu bisa menentukan perkembangan sebuah perusahaan. Untuk itulah mengapa manajemen aset perusahaan harus jadi prioritas.

Tujuan Manajemen Aset Perusahaan

Mengapa aset perusahaan harus dikelola sedemikian rupa? Karena dampaknya itu sangat vital bagi perusahaan. Manajemen aset perusahaan dibuat untuk memaksimalkan nilai aset perusahaan dengan mempertimbangkan biaya, peluang, dan risiko yang ada.

Manajemen aset yang baik dapat membantu perusahaan untuk:

1. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional

Manajemen aset yang baik dapat membantu perusahaan untuk mengelola aset secara lebih efisien dan efektif, sehingga dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas.

Misalnya, dengan menggunakan sistem informasi manajemen aset, perusahaan dapat melacak kondisi dan penggunaan asetnya secara real-time. Informasi ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi aset yang tidak digunakan secara optimal atau yang membutuhkan pemeliharaan lebih lanjut.

Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas.

2. Mengurangi biaya operasional

Manajemen aset yang dikelola dengan baik dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengurangi biaya-biaya yang tidak diperlukan.

Sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Misalnya saja, dengan melakukan penilaian aset secara berkala, perusahaan dapat mengidentifikasi aset yang sudah tidak digunakan atau tidak memiliki nilai lagi.

Sehingga perusahaan dapat menghapus aset tersebut untuk mengurangi biaya operasional yang mungkin saja nantinya bisa jadi beban perusahaan.

3. Meningkatkan produktivitas

Manajemen aset juga dapat membantu perusahaan untuk memastikan bahwa aset digunakan secara optimal, sehingga dapat meningkatkan produktivitas.

Dengan melakukan pemeliharaan aset secara rutin, perusahaan dapat menjaga kondisi aset agar tetap baik dan dapat digunakan secara optimal. Proses produksi pun tidak akan terkendala dengan adanya aset yang bermasalah.

4. Meningkatkan keselamatan dan keamanan

Melakukan pengelolaan aset dapat membantu perusahaan untuk meminimalkan risiko kerusakan atau kehilangan aset. Sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan.

Perusahaan bisa menerapkan prosedur keamanan yang ketat, sehingga dapat meminimalkan risiko kerusakan atau kehilangan aset.

5. Meminimalkan risiko kerusakan atau kehilangan aset

Jika perusahaan sudah melakukan manajemen aset yang rapi, maka dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko kerusakan atau kehilangan aset. Karena pendataan dan pengorganisasian aset yang sudah dikelola dengan baik, pasti akan mudah dalam meminimalkan risiko tersebut.

Contohnya saja dengan melakukan asuransi aset, perusahaan dapat meminimalkan risiko kerugian akibat kerusakan atau kehilangan aset.

6. Meningkatkan nilai perusahaan

Yang tak kalah pentingnya adalah dengan melakukan manajemen aset perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, perusahaan dapat meningkatkan profitabilitas. Dengan demikian, nilai perusahaan juga akan meningkat.

Untuk itu manajemen aset perusahaan akan lebih baik dirancang dan disiapkan mulai dari awal perusahaan didirikan. Agar risiko yang mungkin terjadi bisa diminimalisir.

Lalu bagaimana memulai penyiapan pengelolaan manajemen aset ini?

Tahapan Manajemen Aset Perusahaan

Manajemen aset perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu:

Pemetaan aset

Tahap awal bisa dengan melakukan pengidentifikasi dan pemetaan semua aset perusahaan, termasuk jenis, lokasi, umur, kondisi, dan nilainya. Pemetaan aset ini dapat dilakukan dengan menggunakan sistem informasi manajemen aset.

Penilaian aset

Tahap ini dilakukan untuk menilai kondisi dan nilai aset perusahaan. Penilaian aset ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, seperti metode biaya historis, metode nilai pasar, dan metode nilai sekarang.

Perencanaan aset

Kemudian bisa dengan melakukan penyusunan rencana pengelolaan aset perusahaan, termasuk perencanaan pengadaan, pemeliharaan, dan penghapusan aset. Perencanaan aset ini harus disesuaikan dengan tujuan dan strategi perusahaan.

Pembelian aset

Untuk masalah pembelian aset, juga perlu dilakukan melalui pengadaan aset baru sesuai dengan rencana yang telah disusun. Dalam tahap ini, perusahaan harus mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kebutuhan, anggaran, dan ketersediaan.

Pemeliharaan aset

Tidak lupa untuk melakukan pemeliharaan aset. Agar aset yang telah dimiliki bisa terjaga kondisinya untuk tetap baik dan dapat digunakan secara optimal. Pemeliharaan aset dapat dilakukan secara rutin atau berdasarkan kebutuhan.

Dengan menggunakan sistem informasi manajemen aset, informasi pemeliharaan dapat diketahui dengan mudah.

Penghapusan aset

Yang terakhir yakni melakukan penghapusan aset yang tidak digunakan atau tidak memiliki nilai lagi. Dalam tahap ini, perusahaan harus mengikuti peraturan yang berlaku.

Penerapan Manajemen Aset Perusahaan

Penerapan manajemen aset perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya membentuk tim manajemen aset.

Tim manajemen aset bertanggung jawab untuk mengelola aset perusahaan secara efektif dan efisien. Tim ini harus terdiri dari orang-orang yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang manajemen aset.

Kemudian, bisa dengan menggunakan sistem informasi manajemen aset. SISCA merupakan salah satu sistem informasi manajemen aset yang bisa membantu perusahaan untuk mengelola asetnya dengan mudah dan terorganisir secara digital.

Sehingga masalah human error dan sejenisnya bisa diminimalisir dengan menggunakan aplikasi manajemen aset. Apalagi produk SISCA bisa diintegrasikan dengan QR Code dan RFID tag, maka akan memudahkan jika aset yang dikelola berjumlah banyak.