Categories: Articles
by Fannisa Egista Naya
Share
Categories: Articles
by Fannisa Egista Naya
Share

Digitalisasi membuat aktivitas perusahaan semakin bergantung pada teknologi. Aplikasi, server, jaringan, cloud, database, perangkat pengguna, hingga berbagai platform digital kini menjadi bagian dari operasional sehari-hari. Namun, semakin banyak sistem yang digunakan, semakin besar pula area yang harus dijaga. Satu vulnerability kecil dapat menjadi celah yang berpotensi mengganggu operasional perusahaan. Karena itu, keamanan siber tidak lagi cukup hanya dilakukan sekali. Perusahaan membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan. Salah satunya melalui Managed Cybersecurity.

Apa Itu Managed Cybersecurity?

Managed Cybersecurity merupakan pendekatan pengelolaan keamanan sistem IT secara berkelanjutan. Bukan hanya melakukan pengecekan ketika terjadi masalah, tetapi juga melakukan pemantauan dan evaluasi untuk membantu mendeteksi risiko lebih awal. Pendekatannya dapat digambarkan sebagai:

Assess → Monitor → Detect → Respond → Improve

Artinya, keamanan dilakukan sebagai sebuah siklus. Setelah sistem diperiksa, kondisi keamanan dipantau. Jika ditemukan indikasi ancaman atau vulnerability, perusahaan dapat melakukan respons dan perbaikan. Setelah itu, sistem terus dievaluasi kembali.

Mengapa Keamanan Tidak Bisa Dilakukan Sekali?

Lingkungan IT selalu berubah. Hari ini sebuah sistem mungkin berada dalam kondisi aman. Namun, beberapa bulan kemudian kondisi dapat berbeda. Penyebabnya bisa bermacam-macam.

Misalnya:

  • adanya aplikasi baru;
  • perubahan konfigurasi;
  • penambahan pengguna;
  • perangkat baru;
  • update software;
  • vulnerability baru;
  • hingga perubahan infrastruktur.

Karena itu, penetration testing atau vulnerability assessment sekali saja belum cukup untuk menggambarkan kondisi keamanan secara terus-menerus. Keamanan perlu dipantau secara berkala.

Komponen Managed Cybersecurity

Managed Cybersecurity dapat mencakup beberapa layanan.

1. Vulnerability Assessment

Proses untuk mengidentifikasi potensi kelemahan pada sistem. Hasil assessment membantu perusahaan memahami bagian mana yang perlu mendapatkan prioritas perbaikan.

2. Penetration Testing

Pengujian dilakukan untuk melihat bagaimana suatu vulnerability dapat dieksploitasi. Tujuannya adalah mengetahui risiko yang dapat muncul apabila celah tersebut tidak segera diperbaiki.

3. Security Monitoring

Sistem dan aktivitas jaringan dapat dipantau untuk mendeteksi kejadian yang tidak normal. Monitoring membantu perusahaan mengetahui kondisi keamanan secara lebih cepat.

4. Incident Detection

Ketika terdapat aktivitas yang mencurigakan, sistem dapat membantu memberikan indikasi lebih awal.

Hal ini memungkinkan tim IT memberikan respons sebelum dampaknya semakin besar.

5. Security Reporting

Laporan keamanan membantu manajemen memahami kondisi sistem. Informasi yang disajikan dapat mencakup vulnerability, incident, rekomendasi, hingga tindak lanjut yang diperlukan.

Dari Reaktif Menjadi Proaktif

Banyak organisasi baru memperhatikan cybersecurity ketika terjadi insiden. Pendekatan seperti ini bersifat reaktif. Masalah terjadi terlebih dahulu, kemudian perusahaan melakukan penanganan. Managed Cybersecurity mencoba mengubah pendekatan tersebut menjadi lebih proaktif. Perusahaan berusaha mengetahui risiko lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah. Perbedaannya dapat digambarkan sederhana:

Reactive Security

Incident → Investigation → Repair

Sedangkan:

Proactive Security

Monitor → Detect → Prevent → Improve

Pendekatan proaktif tidak berarti seluruh risiko dapat dihilangkan.

Namun, perusahaan dapat meningkatkan kesiapan dan mempercepat respons ketika terjadi insiden.

Cybersecurity Adalah Proses Berkelanjutan

Keamanan bukan hanya mengenai pemasangan firewall, antivirus, atau software tertentu.

Cybersecurity mencakup kombinasi:

People + Process + Technology

  • Teknologi membantu mendeteksi ancaman.
  • Proses membantu menentukan bagaimana incident ditangani.
  • Sedangkan manusia tetap memiliki peran penting dalam menjaga keamanan informasi.

Karena itu, pengelolaan cybersecurity perlu menjadi bagian dari proses bisnis perusahaan.

Bangun Infrastruktur Digital yang Lebih Aman

Semakin penting teknologi dalam aktivitas perusahaan, semakin penting pula perlindungan terhadap sistem dan data. Managed Cybersecurity dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu perusahaan menjaga lingkungan IT secara lebih terukur dan berkelanjutan.